Jumat, 18 Desember 2009

Mengapa memilih Jurusan Teknik Elektro..???

Kamis, 17 Desember 2009 di 10:28 | 0 komentar Link ke posting ini
Sejak kecil, saya tertarik dengan bidang kelistrikan dan saya juga suka membongkar rangkaian elektronika, walaupun kadang saya belum bisa memperbaiki. Dan saya juga tertarik untuk mendalami sistem-sistem yang di pakai untuk membuat robot yang canggih dan bagus. Bahkan saya juga pernah bercita-cita ingin menjadi pegawai PLN. Karena saya mengamati mengapa di Indonesia begitu banyak sumber energi sedangkan pasokan listriknya selalu kekurangan..?Apalagi bila kita melihat untuk listrik di pelosok di Indonesia bagian timur. Saya berasal dari Kabupaten Manna sebuah daerah di provinsi Bengkulu dimana, di sana masyarakatnya sering marasakan mati lampu bergilir bahkan ada desa yang belum dialiri listrik,

Kamis, 17 Desember 2009

Dilema Anak Kost

Akhirnya jadi anak kos juga setelah dari kecil hingga SMA hidup bersama orang tua.... kuliah di perantauan adalah impianku sejak kecil. Melihat kakakku dulunya juga melakukan hal yang sama seperti ini. seorang anak, yang biasanya mendapat belaian kasih dan perlindungan orang tua hal itu dapat menguatkannya dalam melakukan segala aktivitasnya di luar rumah. Namun sekarang terasa seakan-akan terlihat seperti seekor anak ayam yang kehilangan induknya. Itulah gambaran yang tepat menurutqu yang saya rasakan saat ini. Perasaan kebingungan dan ketakutan selalu menghantui ketika berada di dalam ruangan berukuran 2,5x 2,5 m yang bernama “kamar kost” itu. Tapi aku harus kuat, meski hidup di kota besar begitu sulit dan menderita..walau kadang dalam sehari makan hanya sekali, kadang tidak. Semua serba sederhana, ya mungkin inilah yang dirasakan oleh orang-orang yang hidupnya tak jelas. Namun pilihan untuk jadi anak kos membuatqu mandiri, dan semua hal harus ditangani sendiri. Karena mau tidak mau aku harus belajar untuk mengatur kehidupan sendiri. Memang ada hal-hal yang menjadi suka dan duka hidup di kost yang saya rasakan. Rasa sedih,bahagia,duka memang mesti dirasakan sebagai anak kos. Sedihnya ketika uang saku telah habis, namun kiriman dari oang tua pun belum sampai, Tetapi ada juga hal bahagianya, misalnya boleh pergi berjalan-jalan kapan saja, kemana saja, dengan siapa saja, dan pulang pukul berapa saja disebabkan karena tidak ada lagi orang tua yang mengawasi. Namun kita juga harus sadar bahwa kita di sini bukan untuk bersenang-senang melainkan untuk menuntut sebuah pengetahuan, dan harus diingat bahwa orang tua menaruh harapan besar bagi kita.